Rabu, 13 Maret 2019

Gadget Antara Kebutuhan dan Gaya Hidup


     
Zaman memang sudah berubah, teknologipun berkembang dengan pesatnya, diiringi dengan banyaknya perangkat teknologi baru yang bisa digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia serta melancarkan informasi dan komunikasi.

Pada zaman dahulu kalau kita ingin hiburan kita hanya bisa melihat di televisi atau mendengarkan musik dari radio, itu hanya bisa kita lakukan kalau kita berada di rumah atau di suatu tempat. Nah sekarang kita bisa mendengarkan musik atau nonton video di mana saja dan kapanpun kita butuh. Untuk berkomunikasipun hanya melalui surat yang sampainya terkadang bisa berhari-hari, dan butuh waktu lagi untuk mendapatkan balasannya.

Sekarang alat komunikasi sudah canggih, kita bisa catingan berkomunikasi secara langsung dengan orang tua, saudara ataupun teman, bahkan bisa juga dengan video call, yang membuat kita seakan tak ada jarak dengan lawan bicara kita. Yach alat komunikasi seperti handphone dan gadget telah menjamuri kehidupan kita, tidak hanya di kota tetapi juga sudah merambah ke desa-desa. Tidak memandang kelamin, laki-laki dan perempuan. Dari kalangan atas maupun kalangan bawah. Barangkali sebagian kecil dari masyarakat kita yang tidak tersentuh oleh gadget.

Hampir di setiap rumah memiliki gadget, dari yang harganya paling murah sampai paling mahal, yang aplikasinya sederhana sampai yang lengkap. Tak hanya remaja, orang dewasa bahkan anak-anak sudah mengenal gadget.
Di era serba IT seperti sekarang ini, semua orang pasti membutuhkan alat komunikasi yang memudahkan dirinya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Semua sibuk dan tenggelam dengan benda kecil yang bernama gadget, sepertinya tiada waktu tanpa gadget. Di rumah, di sekolah, di angkutan umum, terminal dan ditempat-tempat umum lainnya kita perhatikan orang-orang tak lepas danari benda kecil yang bernama Gadget, bahkan terkadang tersenyum dan ketawa-ketawa sendiri. seolah-olah sudah terhipnotis untuk selalu bercengkrama dengan gadget.

Gadget memang sedang lagi ngetrend, tetapi tidak banyak masyarakat yang tahu apa definisi dari gadget tersebut, kebanyakan mereka hanya kenal bentuk dan fungsi dan wujudnya saja.

Gadget adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Diantaranya smartphone seperti iphone dan blackberry, serta netbook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet).

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Dalam Bahasa Indonesia, gadget disebut sebagai "acang". Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur "kebaruan". (Wikipedia.com)

Menurut wikipedia gadget adalah suatu piranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya.

Penggunaan Gadget menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan saat ini yang memerlukan mobilitas tinggi. Fasilitas-fasilitas yang terdapat didalamnya puntidak hanya terbatas pada fungsi yang biasa saja. Gadge tdapat digunaka sebagai sarana bisnis, menyimpan berbagai macam data, sarana musik/hiburan, alat informasi bahkan sebagai alat dokumentasi. Hal ini menjadikan Gadgetsebagai salah satu perkembangan teknologi yang paling aktual di Indonesia selama lebih dari lima tahun terakhir (Nurudin, 2005).

Ada banyak macam gadget diantaranya adalah, Laptop, kamera digital, pemutar media player, tablet,smartphone,telepon seluler (ponsel) atau telepon genggam (telgam) atau handphone (HP), iPad dan sebagainya.

Dengan penggunaan gadget yang sudah menjamur di lingkungan kita, timbul pertanyaan, bagaimana pemanfaatan gadget bagi masyarakat Indonesia? Apakah penggunanyamenjadikan gadget sebagai kebutuhan hidup untuk bekerja, atau hanya sekedar gaya hidup saja, atau baranngkali hanya ikut-ikutan saja tanpa punya tujuan jelas?

Memanfaatkan gadget sebagai kebutuhan hidup maksudnya adalah, kita menggunakan gadget untuk menyelesaikan dan memudahkan pekerjaan kita serta menunjang profesi kita. Contohnya,seorang jurnalis yang sangat membutuhkan akses informasi secara cepat dan update, serta untuk mengirim berita secara cepat tanpa harus membuka laptop terlebih dahulu. Tentunya penggunaan gadget seperti tablet dan smartphone menjadi mutlak diperlukan karena dapat mendukung kinerja mereka.

Seorang guru, membutuhkan informasi yang up todate tentang kebijakan pendidikandan memerlukan gadget untuk mencari bahan pembelajaran serta membuat persiapan mengajar. Contoh lainnya adalah, seorang programmer IT yang memerlukan gadget untuk menunjang kinerjanya. Seorang pedagangpunbisa memesan dan memasarkan dagangannya secara online dengan gadget, atau seorang motivator yang memanfaatkan gadget untuk memberikan motivasi kepada masyarakat yang membutuhkan melalui sosial media atau media online lainnya, dan profesi lainnya apapun itu selama gadget mampu mendukung pekerjaan dan aktifitas tentu gadget menjadi barang kebutuhan.

Contohnnya profesi petani, dalam melaksanakan pekerjaannya petani tentunya tidak membutuhkan gadget, tetapi kalau petani tersebut bisa menggunakan gadget, maka dia bisa memanfaatkan gadget tersebut untuk mempromosikan serta memasarkan hasil panennya. Begitu juga dengan pekerjaan tukang, mereka bisa melihat desain-desain interior terbaru yang lagi booming dimasyarat.

Di samping digunakan untuk menunjang pekerjaan, banyak orang yang membeli gadget justru hanya difungsikan sebagai gaya hidup. Di beberapa kalangan, memiliki gadget seperti smartphone dan tablet dianggap dapat menunjang gaya hidup penggunanya, biar kelihatan keren dan bergengsi dan menjadi perhatian dari orang lain, padahal mereka sendiri tidak tahu pemanfaatan fitur yang terdapat di gadget yang mereka gunakan.

Contoh lainnya ABG yang membeli Smartphone mahal dengan aplikasi yang lengkap walaupun tidak paham dan tidak membutuhkan semua aplikasi yang ada pada gadget tersebut, hanya untuk gaya-gayaan, tetapi hanya dimanfaatkan untuk sosial media saja, facebook-an, twiter-an, watshAp, atau untuk selfie-selfiean dan mempostingnya di instagram.

Dari penjelasan ini bisa disimpulkan bahwa gadget bisa menjadi kebutuhan atau gaya hidup tergantung seberapa bijak kita memanfaatkan fitur dan fasilitas yang ada didalamnya.

Bagaimanapun gadget itu memang sangat membantu komunikasi, informasi, interaksi dan lainnya. Namun kita harus bijak dan cerdas menggunakannya, agar mampu menggunakan gadget sesuai dengan kebutuhan dan menunjang kinerja kita, tidak hanya sekedar untuk tampil gaya demi pergaulan saja.



1 komentar:

  1. Keren buk... Motivasi sekali buk bahwa kita harus bisa mengatur penggunaan gadget dengan baik..

    BalasHapus

Merindukan Gang Iblis

By. Rien Sudah sangat lama kami meninggalkan tempat itu. Namun, seakan ada suara yang terus memanggil. Sebenarnya ada apa di gang iblis? Gan...