Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2020

Corona


style=’text-align:center;’>

CORONA
By. Rieny

Corona
Hadirmu menyapa
Datang dengan tiba-tiba
Merenggut kebahagiaan yang ada

Wabah ini sungguh hebat
Berkelebat dengan cepat
Sangat kilat
Mendekat

Virusmu
Dasyat mematikan
Menyebar ke seluruh penjuru
Apakah ini azab Tuhan?

Resah
Semua lelah
Hati menjadi gundah
Corona membuat banyak masalah

Virus Corona mulai mengukung
Wajah berubah mendung
Karena terkurung
Bingung

Aksimu tak seindah nama
Membius setiap raga
mempertaruhkan nyawa
Nelangsa

Jumat, 17 Januari 2020

Mendidik dengan Cinta





Ibnu Khaldun berkata,
“Barang siapa di antara para guru dan pembantu yang mendidik anaknya dengan kejam dan paksaaan, niscaya anak itu akan menjadi pemaksa , jiwanya akan sempit, hilang semangat, selalu berdusta dan melakukan perbuatan keji karena takut dari tangan-tangan yang suka memaksa, itu pula telah mengajarkan dirinya untuk berbuat makar dan dusta.”

Pendidikan adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik. Sebagai landasan untuk berjuang menggapai impian, Modal untuk kehidupan yang lebih cerah dan gemilang di masa depan.

Sukses atau tidaknya peserta didik tidak akan terlepas dari peran orang tua atau guru yang sangat besar . Ketauladanan yang diberikan akan mampu membentuk karakter mereka ke arah yang lebih baik. 

Orang tua yang bertanggung jawab penuh pada keberhasilan putra-putrinya dari sejak lahir hinggga mereka besar. Bagaimana mereka di masa depan tergantung bagaimana orang tua mendidiknya dan membentuk kepribadian mereka

Karena mereka terlahir laksana kertas kosong. Figur orang tua dalam mendidik ibarat menulis pada kertas kosong tersebut. 

Ibnu Qayyim berkata, “Kehancuran anak pada hakikatnya terjadi karena orang tua dan sikap mereka yang meremehkan anak-anak mereka, baik meninggalkan pendidikan agama serta menelantarka mereka pada masa kanak-kanak sehingga mereka tidak dapat memberikan manfaat bagi dirinya sendiri dan juga bagi orang tuanya.”

Di lingkungan sekolah peran seorang guru juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan mereka dalam proses pembelajaran.

Ketua lembaga perlindungan anak Indonesia (LPAI), Kak Seto Mulyadi mengajak para pendidik untuk mendidik anak dengan cinta.

“Apakah yang dimaksud dengan memdidik dengan cinta?”

Menurut Kak Seto, mendidik dengan cinta dalam artian mendidik tidak dengan cara kekerasan, tetapi dengan memberikan ketauladanan kepada anak.

Pendidikan tidak akan sempurna tanpa cinta. Anak yang mendapatkan cinta, simpati dan perhatian dari pendidik  mereka seperti orang tua, guru dan sebagainya, akan menjadi anak yang patuh dan mereka akan mendengarkan apa yang disampaikan atau diajarkan oleh pendidik mereka dengan hati

Cinta yang dimaksud di sini bukan berarti kita menyayangi mereka secara berlebihan. Membiarkan saja kesalahan yang mereka lakukan. Menutup mata dan telinga atas keburukan yang mereka ciptakan tanpa batasan hukum.

Sebagai manusia biasa anak-anak tentu tidak akan luput dari kesalahan. Ada  saja kekeliruan yang mereka lalukan. Sebagai pendidik hendaknya kita bijak dalam menghadapi sikap mereka tersebut. Mengendalikan diri dari rasa marah dengan kekerasan adalah pilihan yang bijak. Kita berikan sangsi yang mendidik yang membuat mereka bisa merubah sikap tersebut.

Anak-anak adalah insan yang sedang mencari jati diri. Jika kita mendidik mereka dengan cara kekerasan, maka hasilnya nanti mereka juga akan penuh dengan kekerasan, baik terhadap teman, guru maupun dengan orang tua sendiri. Mereka adalah peniru yang ulung dan akan menduplikat apa yang kita contohkan. Sebaiknya kita dapat mendidik dengan hati dan kekuatan kasih sayang serta cinta.

Marilah kita lakukan perubahan dalam cara menghadapi anak-anak kita. Kita singkirkan kekerasan dan menggantinya dengan didikan yang dipenuhi oleh limpahi kasih sayang dan penuh cinta.

  Sabda Rasulullah SAW;

“Tidak akan disayang orang yang tidak memiliki kasih sayang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Allah SWT sangat mencintai hamba-hambanya yang di dalam hatinya dipenuhi oleh kasih sayang dan cinta pada sesamanya. Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;


الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ
“Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh Ar-Rahman (Allah). Maka sayangilah penduduk bumi niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalian” (HR. Abu Dawud, dinyatakan shahih oleh Al-Alban

        Jika rasa kasih sayang sudah terpatri dalam relung hati para orang tua dan guru, maka rasa kasih sayang itu akan ditularkan pada anak-anak sehingga mereka akan tumbuh menjadi anak yang penyayang, jauh dari kekerasan dan dari segala sesuatu yang dapat mengotori jiwa dan hatinya.

         Ketika anak sudah menemukan cinta dalam hidupnya maka, perasaannya akan selalu damai dan nyaman. Belajar akan terasa menyenangkan karena rileks dan tanpa beban. Mudah mencerna pelajaran yang diterangkan oleh guru. Ilmu masuk ke memori jangka panjangnya dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. 

Terus, kapan anak merasa dicintai?

Menurut Ibu Fauziah Fauzan dalam bukunya Mengasuh dengan bahasa cint a bahwa kita merasa dicintai ketika:
1.Diperhatikan dengan tulus setiap kita membutuhkan perhatian
2.Diperlakukan dengan kasih sayang, dengan tutur kata lembut
3.Diterima apa adanya, dan dimengerti, selalu ada ruang untuk dimaafkan.
4.Dihargai dan dimotivasi untuk mencapai prestasi
5.Ada ruang terbuka untuk mengkomunikasikan apa saja.

Masih banyak lagi hal yang dilakukan untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang kepada anak-anak selain lima poin di atas. Namun barangkali lima poin itu cukup mewakili apa yang dibutuhkan oleh anak-anak kita yang membuat mereka merasa nyaman dan dihargai.

Mereka merasa dicintai apabila adan perhatian terhadap apa yang mereka lakukan. Aktifitas apa yang mereka ikuti. Memperlakukannya dengan penuh kasih sayang dan berbicara padanya dengan kata-kata yang lembut. Hindari berkata kasar yang bisa melukai hatinya. 

Anak juga mau dimengerti tentang keinginan dan harapannya. Juga berharap orang tua atau guru memahami terhadap kelebihan dan kekurangannya. Anak- anak mempunyai karakter dan prestasi yang berbeda. Jangan bandingkan mereka dengan teman-temannya.

Mereka juga tidak luput dari salah, semoga selalu ada ruang maaf untuk kesalahan yang mereka perbuat. Jangan irit memberikan penghargaan atas pencapaian prestasinya. Pujian yang kita berikan dengan tulus akan menambah kepercayaan pada dirinya. Kemudian kita  dengan sabar terus memberikan motivasi agar mereka selalu semangat dalam mencapai impian.

Anak-anak yang mendapatkan limpahan kasih sayang dan cinta tidak akan ragu untuk mengkomunikasikan setiap permasalahannya kepada orang tua dan guru. Mereka mau terbuka agar bisa dibantu memecahkan masalahnya tersebut. Komunikasi yang baik ini akan memberikan kedekatan hati hubungan antara orang tua atau guru dengan anak.

Mereka yang mendapatkan cinta tulus ini akan menjadi pribadi yang kuat dan tangguh karena jiwanya dipenuhi oleh cinta kasih sayang.

Menurut Ibu Fauziah lagi dalam berkomuniaksi sangatlah penting menggunakan bahasa tubuh positif dan menghindari bahasa tubuh negatif.

Contoh bahasa positif adalah :

🤩Senyum yang tulus 
🤩Pandangan wajah ceria dan mata berbinar 
🤩Sentuhan penuh kasih sayang, seperti                          memeluk, membelai dan merangkul.

Contoh Bahasa tubuh negatif adalah :
🤔Membelalakkan mata 
🤔Cemberut
🤔Bersedekap / bersilang tangan di dada
🤔Berkacak pinggang
🤔Menunjuk dengan tangan kiri
🤔Tatapan sinis
🤔Senyuman yang sumbang

Sikap cinta dan kasih sayang seorang guru tercermin melalui kelembutan, kesabaran, penerimaan, kedekatan, keakraban, serta sikap-sikap positif lainnya, Siswa akan mencintai guru dengan cara mengidolakannya, serta menempatkan dia sebagai sosok yang berwibawa dan disegani.

Betapa bahagianya menjadi seorang guru yang tampil penuh kharisma dihadapan siswanya. Sosok guru yang selalu dirindukan kedatangannya, diamnya disegani, tutur katanya ditaati,  dan kepergiannya ditangisi.





Jumat, 27 September 2019

Gali unikmu

By : Rieny

Tak ada langkah yang percuma, tak ada usaha yang sia-sia. Kalau engkau petarung sejati, kenapa masih bermuram durja?

Pesona siang semakin berseri. Awan biru berarak bersuka hati. Aku masih saja duduk berdiam diri memagut lutut yang di bungkus rok panjang berwarna coklat.

“Kenapa bersedih hati, apa lagi yang engkau pikirkan?” lambaian dedauanan ini membangunkanku dari lamunan. Tanpa kusadari ternyata dari tadi bola matanya melotot ke arahku tanpa berkedip. Heran saja melihat perubahan sikapku hari ini. Aku yang biasanya ceria, heboh dan bikin suasana gaduh dan pecah, sekarang membisu membantu.

“Aku telah kalah, aku gagal mewujudkan harapanku.”bisikku pelan agar tidak kedengaran sama semut-semut yang berbaris di dinding.

Bukan apa-apa, kalau semutnya nguping dan mendengar keluh kesahku, nanti dia akan bersorak kepada penduduk kampung kalau aku tidak diterima kerja di kantor. Mau disembunyikan dimana wajahku ini? di balik pohon bambu atau di bawah batang mengkudu?

“Heyyy….jangan patah hati begitu…! kamu tidak kalah, hanya belum berhasil saja, tupai yang sedang bersantai di pohon jambu ikut menyela.

“Aku merasa jadi orang yang paling bodoh di dunia, tak ada yang bisa di andalkan dari diriku.” ucapku dengan suara sedikit serak.

“Upik, dengarkan baik-baik, hati yang patah bukan suatu dalih untuk melangkah dengan goyah. Kalau satu pintu tertutup, masih banyak pintu yang lain untuk kamu masuki.” burung merpati yang sedari tadi hanya diam ikutan nimbrung. Tumben bisa bicara bijak dia sekarang.

“Apa yang bisa aku lakukan sekarang?, sudah dua belas kali purnama aku berjalan dan dua belas kantor aku kirim surat lamaran. Tapi apa yang aku dapatkan?"

" Semua kantor memberikan jawaban yang sama, kompak mereka memberiku kata mutiara tiga kata, “Kamu Tidak diterima”, terus apa lagi yang aku harapkan?” jelasku sambil menahan sesak di dada.

“Upiiik lihat aku, pandangi aku dengan keteduhan matamu.” sedikit berteriak cermin besar di pondok taman mengajakku untuk berfikir sejenak.

“Lihatlah dan perhatikan apa yang kamu lihat di depanmu. Kamu punya wajah yang cantik. Punya anggota tubuh yang lengkap.

Punya tangan siap melakukan apa saja atas instruksi otakmu. Kaki yang rela di langkahkan ke mana saja yang kamu mau untuk melakukan aktifitas dan menebar kebaikan. Mulut, walaupun kecil tapi efeknya luar biasa jika kamu bisa mengolah kata dan lisanmu."

" Matamu yang bisa menangkapkan keindahan dan menuangkannya kembali dalam bentuk karya dengan sapuan kuas yang lembut menari-nari mengikut alur imajinasi. Atau bisa menuliskan keindahan itu lagi lewat jemarimu.”

“Syukurilah apa yang sudah kamu miliki itu. Sejatinya kamu itu menyimpan keunikan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Gali unikmu dan kembangkanlah dengan mengikuti hati nuranimu.
“Unik…? Aku merasa tidak ada yang unik pada diriku.”

“Kamu mungkin tidak mengetahuinya, tapi orang lain bisa melihatnya.”

“Bagaimana caranya aku bisa mengetahui keunikanku?”
“Menentukan keunikan diri sendiri memang tidaklah mudah, butuh usaha keras dan kesabaran untuk bisa menggalinya.”

“Gimana cara menggalinya?”

Semua warga taman duduk melingkari cermin, tertarik dengan tema yang diusung. Pengen tahu pembahasan tentang unik yang akan diurai oleh cermin yang sedang berkilau sore ini.

“Pertama , Perbanyaklah berkomunikas dengan diri sendiri, istilah kerennya self-comunication.

“ngga salah tu min, gimana caranya bicara dengan diri sendiri? entar dikira stenggil lagi.” sorak tupai yang masih bergelayut manja di ranting pohon jambu yang sedang berbunga.

“Bicara dengan diri sendiri itu bisa dengan bentuk merenung, berfikir dan merefleksikan segala sesuatu yang berkaitan dengan aktifitas dan perjalanan hidup kita.”

“Terus apa lagi min?’ tanya semut merah tak sabar, ternyata dia tertarik juga untuk menggali uniknya.

“Gini sobatku, langkah selanjutnya yang kamu lakukan adalah melakukan analisis terhadap potensi yang ada pada dirimu. Apa kesukaanmu serta bakat-bakat apa yang ada dalam dirimu. Setelah bakat kamu temukan, maka carilah wadah yang tepat untuk mengaktualisasikannya."

" Kalau kamu suka nulis melangkahlah ke gerbang jewe, ketuk pintunya dan bergabunglah, gosok berlianmu di sana”

“Bakatmu jangan engkau pendam saja dan di bawa tidur.” Terus motivasi dirimu untuk mengasahnya.”

Warga taman masih memasnag wajah serius hingga cermin membeitahu langkah terakhir cara menggali unik.

“Langkah terakhir adalah mengetahui cara yang cocok untuk mengembangkan bakat yang dimiliki. lahihan dan latihan terus, jangan mudah bosan dan mudah menyerah."

“Udah ahhh….segitu saja, aku ngantuk." Ucap cermin sambil menguap lepas.

“sekarang kembalilah keperaduan masing-masing. Mulailah merenung, gali unikmu. Kalau sudah ketemu kembangkanlah. Insyaallah dengan brand yang kamu miliki, bisa mengantarkanmu ke gerbang kesuksesan."

semua berlari mencari tempat yang nyaman untuk merenung dan berfikir.

“Tersenyumlah, jangan bersedih lagi, simpan saja air matamu.” 





Minggu, 23 Juni 2019

Hati yang Bening


By : Rieny


Hati ibarat cermin, sedikit saja noktah hitam melekat, cahayanya akan meredup. Bagaimana caranya agar hati kita tetap bersinar?

Hiruk pikuk dunia semakin nyata, setiap insan terus berpacu dan berlomba memenuhi hasrat hidup, menggapai nikmat dan meraih kemewahan.

Tak peduli siang dan malam, pagi dan petang. Bahkan waktu yang 24 jam terasa kurang. Tak henti menguras tenaga, menggadaikan pikiran, mengais dinding harapan dan memecah batu karang yang menghadang.

Sebenarnya apa sih yang dicari?

Kenapa hati masih saja melamun tak bergairah, diselimuti resah dan gelisah?

Tak ada kecerian yang terpancar. Wajah yang kusam walau telah ditutupi bedak berlapis-lapis.

Pandangan mata yang memerah, jauh dari keteduhan.

Duhai hati apa yang terjadi?

Belum cukupkah Rumah bertingkat, mobil mengkikat dan harta yang berlimpah untuk membuatmu bersinar?

Laksana raja yang bermahkota emas, engkau dielu dan dipuja, tetapi kenapa masih saja bermuram durja?

Terus kubujuk hati untuk bersuara, apa sebenarnya beban yang terasa.

Hati masih membisu.

Kurayu terus, agar hati mau berkabar, kenapa masih saja gundah gulana?

Kemana cahayanya yang bening?

Akhirnya hati mengungkap beban di hati....

Hati nan suci adalah senjata paling ampuh untuk meraih kebahagian, menggapai kemenangan dunia dan akhirat.

Usaha yang engkau lakukan sepanjang hari tak ada berkahnya

bila tanpa kebeningan hati. Semuanya hanyalah kesia-siaan.

Saat ulat-ulat kecil menari-nari bergelantungan menghisap lidah pecandu ghibah, maka aku mulai merasa tidak nyaman.

Saat mulutmu yang mungil dipenuhi oleh lendir cemooh yang menggelantung sesak ditenggorokan para pengagum kutukan, cercaan dan hinaan....aku semakin gundah

Kamu sibuk memburu dunia, dan lupa membasahi bibirmu dengan kalimat dzikir.

Kamu tak ada waktu untuk mengalirkan lantunan syahdu ayat-ayat Allah di lisanmu.

Hati bukanlah tuhan, tapi jangan pula terlena dan membiarkan hati menjadi sarang setan.

Dunia memang bukan panggung sandiwara, namun bukan juga surga dengan segala kebadiannya.

Kenapa banyak jiwa yang terpuruk oleh ayunannya?

Hati adalah anugerah. Gunjingan, iri hati, dendam, kedengkian, kebencian dan permusuhan adalah sampah yang mengotori kejernihan hati.

Sapu dan bersihkanlah semua sampah-sampah yang mengendap. Jangan biarkan dia mengeras dan membatu dan semakin kelam.

Kembalikanlah beningnya dengan sentuhan kalam ilahi.

Sucikan lagi hati dengan mendahulukan Cinta kepada yang satu bila cinta kita bertabrakan dengan cinta selainNya.

Hati adalah pusat aktivitas rohani, sebagaimana jantung sebagai pusat aktivitas tubuh. Sebagai center hati harus dijaga karena dia adalah lentera kehidupan.

Adakah yang bisa mengalahkan beningnya suara hati?





Rabu, 19 Juni 2019

TELINGA BERLIAN

By : Arieny

Mengapa Tuhan pun sampai bersumpah demi waktu pagi? Demi fajar! Fakta membuktikan kebiasaan bangun pagi adalah kunci penting keberhasilan orang-orang sukses.

Ayam jantan sudah berkokok sebagai alarm pagi menyambut sang fajar.

Dinginnya pagi masih menusuk menggerogoti tulang. Masih terasa lembabnya udara akibat guyuran rintik semalam  membuatku tetap bertahan sembunyi di singasanaku yang mungil ini.

Ting tong
Ting tong
Ting tong

Jam dinding juga sudah berdentang denting sepagi ini.

"Bangunlah duhai jiwa yang masih terlelap!"

Kututup telingaku dengan bantal guling, agar tidak mendengar lagi kegaduhan dari dinding kamar itu. Nyamannya pantai indah kapuk membuat aku malas untuk beranjak.

Ting tong
Ting tong
Ting tong

Jam dinding berkata lagi dengan suara agak keras,"Tiap menit itu berharga, bangkitlah dari peraduanmu!"

Gulingpun mengeliat kaget oleh suara tegas dari jam dinding dan menukik indah di lantai.

Akupun mulai berancang-ancang untuk bangkit dan meninggalkan zona nyamanku.

Eiiitttt....

Layar badai menahan tanganku.

"Tetaplah di sini bersamaku, akan aku bawa kamu terbang ke awan dan bercengkrama dengan langit biru. Setelah itu kita berlayar ke pulau impian dan berjumpa dengan pangeran idaman."

Aku kembali terlena, termakan oleh bujuk rayu layar lembut berbunga mawar yang menyelimuti tubuhku.

Baru saja mau berlayar, terdengar getaran lembut yang mengusik. Langit-langit kamar ikut mengguncang tubuhku seraya  berbisik, " Berhentilah berlayar dan berlabuhlah!"

Kalender juga ikut bersuara,"Segera lakukan, jangan tunda nanti keburu gelap kembali menjemput malam."

Kemoceng dari benang wol yang sedari tadi diam, mulai ikut menggelitik kakiku.

"Baiklah sahabat, aku nyerah, aku bangun dan akan bercengkrama dengan kamu semuanya."

Dengan sigap aku gulung layar dan menambatkan perahu di tepian. "Istirahatlah di sini, saat senja datang aku akan menemuimu lagi."

Kubuka jendela, udara sejuk menyapa lembut berhamburan menghampiriku.

Aku berkemas untuk menyambut indahnya pagi ini.

Bukalah pintu ini lebar-lebar dan tataplah duniamu, jelajahi alam kemudian temukan di mana berlianmu", Pintu depan bersorak.

Aku melangkahkan kaki untuk memulai mendobrak masa depanku.

"Tunggu dulu, Sudahkah kamu bersujud dan bersyukur?",lantai berbisik lirih.
"Bersyukurlah atas nafas yang masih kamu miliki pagi ini, atas semua nikmat yang kamu rasakan sepanjang hari!"

"Aku tersipu malu, indahnya dunia membuat aku lupa bersyukur terhadap yang memberi keindahan tersebut.

Setelah kutunaikan kewajibanku pada yang satu aku mulai beranjak lagi mencari berlian.

Lagi-lagi langkahku tertahan, aku dicegat oleh cermin.
Cermin berkata,"Berkacalah dulu, sudahkah kamu bawa wajah terbaikmu nan berseri? Sudahkah kamu pasang senyum termanismu? perbaiki wajahmu, kulihat masih ada kegalauan  di sana, ayuuk...pancarkan pesonamu, tunjukkan keelokan rupamu!"

Dengan Bismillah aku mulai melangkah dengan optimis dan penuh keyakinan.

Tralalala...
Trililili....

Kusongsong pagiku dengan ceria.
Akan kutakhlukkan hari ini demi sebongkah berlian yang masih tersimpan.

Kusapa mentari pagi, yang tersenyum memandangiku.

Ku belai dengan lembut dedaunan yang mengiringi langkahku.

Aku bahagia....pagiku begitu semarak dan membuat hati berbunga.

Aku beruntung memiliki telinga yang brilian, yang peka menangkap suara alam.

merdunya kokok ayam jantan, dentingan jam dinding, getaran lembut dinding kamar, lembutnya bisikan lantai dan semua suara indah dari nyanyian sahabat-sahabat yang ada dikamarku telah menuntunku dan membangkitkan motivasiku untuk bergegas menggapai mimpi.

Telingaku memang brilian mampu menyaring bisikan yang mendorong atau yang akan menjatuhkan.

Tidak semua suara yang kamu dengar mesti dituruti. Jelilah memilih dan memilah agar kamu tidak terperosok oleh suara yang menghanyutkan.

Semangat pagi sahabat.
Semoga pagimu juga ceria, seceria hatiku yang berbunga-bunga menyambut sang fajar.

Thaipeh, 20 Juni 2019

Minggu, 26 Mei 2019

TERJERAT

Kalau sudah terjerat begini, aku harus bagaimana?

Sungguh aku tak biasa tanpa sapaanmu yang hadir setiap pagi. Senyum lembutmu yang menggetarkan sukma berpacu dengan sang mentari yang menebarkan keindahannya. Aku terjerat oleh pesona yang engkau tebarkan dan tak mau lepas lagi, walau beribu tikus sawah saling tindih menindih mencoba memutuskan jeratannya dan mengerogoti setiap buhulnya. Sang tikus gagal menuntaskan hasratnya. Tubuhnya jungkir balik  melawan virus yang sudah tersebar dengan rata di seluruh urat nadiku.

Jeratanya begitu kuat, aku terperosok ke dalamnya. Kupasrahkan ide kreatifku bercengkrama dalam pengaruh hipnotisnya.  Kubiarkan tubuh ini meluncur berkelana menjelajahi alam kata dan mengumpulkan akasara yang berserakan dan membingkainya dalam satu ungkapan cinta. Cintaku padamu Kampus JW

Jerat-jerat biru itu terus menuntunku untuk  untuk terus memainkan jemari, Mengukir kata demi kata dan meramunya agar lezat dan memikat . Jemari yang kadang merajuk tak mau berselancar. Namun virus yang kamu sebarkan setiap pagi mampu menggelitik sang jemari bangkit dari tidur pulasnya.
Walau telah kubuka semua jeratan yang melingkari tubuhku, tapi virusnya sudah terlanjur tersebar merubah warna darahku menjadi pelangi. Jurus-jurusmu mampu menohok setiap persendianku.

“Kamu jangan malas, ayo mulai beraksi, praktekkan jurus-jurus yang sudah aku berikan!”. Teriak dosen El di suatu pagi.

“Jika kamu cemas dan banyak mikir, maka otak kreatifmu parkir. Imajinasi dan idemu mangkir serta naluri menulismu terkilir. Mau?”

Suara Pak dosen yang menggelegar membuatku tersentak dan mengagetkanku dari lamunan.
“Ngga mau Pak dos” Jawabku sambil merapikan kerudung warna merah muda yang hampir terbang karena kaget oleh suara Pak dosen.

“Begini sahabat”, Suara dosen El mulai melunak.
“Saat pertama menulis, menulislah dengan cepat, spontan dan penuh suka cita, agar otak kanan dan otak kreatifmu optimal. Agar imajinasi dan idemu mengalir lancar. Agar naluri menulismu merekah dan tajam”.

Aku mangut-mangut berusaha memahami apa yang disampaikan dosen El.

“Agar lebih lihai, saya berikan satu pola ya”.

Selama ini, aku merasa…sedangkan kamu…..akhirnya….

“Tuliskan saja apa yang kamu fikirkan, jangan takut salah, ini bukan UNBK” kata dosen El
Seluruh gen JW mulai memainkan otak kreatifnya.

“Ijin dulu sholat dzuhur Pak Dos, mudah-mudahan selesai sholat idenya langsung berjatuhan dari langit ke 7”, bunda Hamidar pamit meninggalkan kelas.

Bunda Marsilah, menuliskan rangkaian katanya di papan tulis.

“Selama ini aku merasa dipermainkan oleh keadaan, hingga aku merasa diriku tak berguna, sedangkan ada keinginan dalam hatiku untuk bangkit, akhirnya kuberanikan diri untuk berdiri dan melangkah menggapi cita-citaku”.

“Baguuuuuus nih, lanjuuut! “. Dosen El memberi semangat.

“Pola tadi saya buat untuk membantumu agar tulisanmu lezat”.

Gen JW semakin terpompa semangatnya dan terus berlatih meramu kata menjadi lezat dan memikat siapapun yang membacanya.

Aku mulai mencoret-coret kertasku, memainkan jemari mengikuti pola yang telah disuguhkan dosen El tadi.

“Selama ini aku merasa kamu mengabaikanku, meninggalkanku dan melupakan semua kisah tentang kita, sedangkan kamu terus mencariku tanpa aku sadari. Akhirnya secarik kertas itu kembali mempertemukan kita”.

“ Mau tidak saya bisikin rahasia lain agar tulisanmu lebih kreatif?

“Mau Pak dos”, aku bergegas menjawab. Takut nanti Pak dosennya berbah pikiran.
Pada pertemuan kali ini kita akan belajar jurus-jurus yang membuat tulisanmu akan selalu dirindukan pembaca. Yuk berdo’a dulu dan bertanyalah!

 “Apa saja jurusnya Pak dos?” Tanyaku dengan lutut yang masih gemetaran efek kaget tadi.

“Tuh baca di papan tulis, jangan melamun saja……

Pandanganku beralih ke depan, berusaha memahami satu persatu jurus yang telah disajikan Pak dosen.

Agar Jenial tulisanmu harus:
o  Usil
o  Peka
o  Ngulik
o  Menggali dengan kompetensi
o  Berani mengeskpresikan
o  Memperbaiki kualitas diri

“Nah sekarang silahkan berlatih lagi, tuangkan seluruh idemu, jangan ragu-ragu menuliskan apa yang terasa, tanpa takut salah dan banyak mikir, kebanyakan mikir nanti otakmu mangkir”. Dosen El memberi instruksi. Silahkan berpasangan ya….

Kelas menjadi riuh mencari pasangan masing-masing. Saling berpacu beradu imajinasi dan memainkan kata-kata mempraktekkan jurus yang diberikan Pak dosen.

Suasana begini makin membuatku terjerat dan terpikat, belajar tanpa beban dan semua mengalir apa adanya.
Tikus-tikus sawah terduduk lesu di sudut kelas. Patah hati karena gagal memangkas habis jeratan yang melilit tubuhku.

Sungguh kampus JW semakin menjeratku. Salahkah kalau aku terjerat?

#JeniusWriting
#JW44
#menulisitusedekah
#virusbahagia



Jumat, 24 Mei 2019

***Ramadhan Terindah***



Alhamdulillah dengan izin Allah kita bertemu lagi dengan bulan nan suci, bulan Ramadhan yang dinanti. Bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang selalu diindukan oleh berjuta umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Ramdhan selalu memberikan kedamaian, kenyamanan dan kesejukan hati. Hati yang lelah dengan rutinitas kehidupan dunia yang rumit, hati yang menjerit oleh kejamnya ketidakadilan yang terjadi di depan mata. Hati yang suntuk karena mungkin jarang mengadu kepada Allah.

Ramadhan datang sebagai penawar, memberi kesejukan, laksana padang gersang yang mendapatkan rintikan air hujan. Menjadi pelepas dahaga bagi siapa saja yang dilanda kekeringan dan merasa kehausan.

Sungguh indahnya hari-hari di bulan Ramadhan yang kita rasakan. Bangun untuk sahur bersama keluarga tercinta dengan melawan rasa kantuk yang mengusik. Menyantap makanan dengan lahap hidangan sederhana yang disajikan. Segelas air putih hangat yang dituangkan dengan cinta kasih menambah keberkahannya. Dilanjutkan dengan buka bersama yang menambah kebersamaan dalam keluarga. Rasa syukur yang tidak ada hentinya atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
 “Maka Nikmat Tuhan-mu yang manakah yang ”Kamu Dustakan?”

Ramadhan adalah bulan yang istimewa. Banyak kegiatan amaliyah Ramadhan yang bisa kita lakukan untuk mengisi Ramadhan, seperti, Tadausan, melaksanakan pesantren Ramadhan, menyediakan takjil atau menu buka untuk masyarakat yang membutuhkan, memperbanyak sedekah, kunjungan ke panti jompo atau panti asuhan, memberikan zakat dan perbuatan-perbuatan terpuji lainnya.

Kita semarakkan rumah dan masjid-mesjid denga lantunan Ayat-ayat suci Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlipat nilainya. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan”.

Di balik nikmatnya Ramadhan kadang kita juga mersakan godaan-godaan yang bisa merusak ibadah puasa, seperti menjalankannya dengan lesu dan tidak bersemangat, perasaan sedih atau marah yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak disukai. Pengaruh cuaca yang sangat terik yang membuat rasa lapar dan haus menjadi terasa berat.

Semua rasa sulit itu adalah ujian dari Allah. Karena sayangnya maka Allah memberi kita ujian. Apakah dengan ujian itu kita berhak untuk naik ke level derjat takwa yang lebih tinggi. Semua ujian itu mesti kita lalui dan lewati dengan penuh kesabaran.

“Sungguh, kami menciptakan manusia berada dalam susah payah”. (QS.90.Balad 4)

Selain kebahagiaan menjalankan ibadah, rupanya ada kebahagiaan lain yang dirasakan saat bulan puasa. Salah satunya adalah kebahagiaan saat mendapatkan anggota baru dalam keluarga, yakni kelahiran buah hati.
Pada Ramadhan lima tahun yang lalu, aku mendapatkan keberkahan yang luar biasa. Allah memberikan hadiah yang tidak terkira nilainya. Tepat di pertengahan Ramadhan Anak kelimaku lahir meramaikan hiruk pikuknya dunia. Sungguh indah waktu yang ditetapkan Allah untuk kelahiran putra bungsu kami tersebut.
Awalnya perkiraan dokter anakku akan lahir pada malam takbiran, masih ada waktu dua minggu lagi untuk mempersiapkan kelahirannya. Namun Qadratullah, sebelum sahur aku merasakan perutku mules banget. Seperti mau melahirkan sakitnya. Padahal semalam aku konsultasi dengan dokter, dan saat itu belum ada tanda-tanda mau melahirkan.
Sakit yang aku rasakan sudah satu kali lima belas menit intervalnya. Tapi masih pergi juga ke sekolah untuk menunaikan tugas seperti biasanya, karena merasa belum saatnya untuk melahirkan. Walaupun begitu di dalam tas, aku menyiapkan satu sarung dan satu stel baju ganti. Seandainya sakitnya bertambah hebat maka aku akan langsung saja pergi ke rumah bersalin.
Aku tetap mengajar seperti biasa. Disaat rasa sakitanya datang, aku berhenti dulu menerangkan. Jika sakitnya hilang dilanjutkan kembali, begitu seterusnya sampai tiga kelas hari itu.
Hari semakin siang, dan ternyata mulesku juga semakin hebat, sudah sekali sepuluh menit rentang waktunya. Aku putuskan untuk pulang dulu ke rumah dan menyiapkan segalanya. Aku sudah terbungkuk-bungkuk berjalan, menahan rasa sakit yang sangat luar biasa. Bibirku tak henti melafazkan kalimat dzikir. Alhamdulillah dengan untaian kalimat dzikir tersebut aku merasa lebih tenag menghadapinya.

Sampai di rumah ternyata papanya anak-anak lagi keluar, tidak bisa dihubungi karena telepon selulernya ketinggalan di rumah. Sambil menahan sakit dengan sabar kutunggu papa anak-anak pulang. Akhinya beliau pulang di saat buka. Setelah suami datang, tanpa pikir panjang kami langsung menuju rumah bersalin yang jaraknya sekitar 30 Km dari rumah, dengan membawa bekal seadanya untuk buka suamiku. Sepanjang perjalanan sakit yang kurasakan semakin menjadi-jadi.
Sampai di rumah bersalin, aku langsung diperiksa perawat, dan ternyata sudah pembukaan tujuh, maka perawat langsung menyuruhku masuk ke ruang bersalin. Alhamdulillah dengan pertolongan dokter yang baru selesai melaksanakan solat tarawih di masjid, putraku yang ganteng lahir dengan selamat. Ungkapan rasa syukur yang tidak terhingga atas kebesaran illahi ini.
Ramadhan saat itu juga adalah Ramadhan yang lumayan berat untuk kulalui dan jalani. Melaksanakan ibadah puasa dengan sedikit tertatih, ditengah keadaan yang sedang hamil tua dan mesti bolak-balik setiap hari ke tempat tugas yang jarak tempuhnya lebih kurang satu jam perjalanan dari rumah.

Saat itu mama tercinta juga lagi kurang baik keadaannya, sudah empat bulan tidak bisa jalan, mama hanya bisa terbaring tidak berdaya karena sakit syaraf terjepit yang beliau derita.Walau hati sangat galau dan merasa sedih dengan keadaan mama seperti itu, namun aku jalani semuanya dengan penuh kesabaran, ini adalah kehendak Allah dan Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan kita. Di balik kesusahan dan kesulitan yang aku alami ada berkah yang begitu besar dari Allah SWT, yang tidak ternilai harganya, dan tidak bisa digantikan dengan apapun jua. Kuberi nama putraku dengan nama Muhammad Alvin Ramadhan. Sekarang sudah lima tahun berlalu Alvin sudah mulai belajar berpuasa. Semoga dia menjadi anak ya g soleh dan berbakti kepada kedua ora g tua. Aamiin.


Merindukan Gang Iblis

By. Rien Sudah sangat lama kami meninggalkan tempat itu. Namun, seakan ada suara yang terus memanggil. Sebenarnya ada apa di gang iblis? Gan...